Muara Teweh – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Bintang Ninggi II, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, berhasil dikendalikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) Trahean, Senin (13/7/2026).
Penanganan dilakukan dengan cepat setelah petugas menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya titik api. Respons tersebut menjadi bagian dari upaya BPBD untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.
Kepala BPBD Barito Utara HM Ikhsan melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Barito Utara, Rizali Hadi, mengatakan laporan diterima anggota piket TRC dan Pusdalops-PB BPBD sekitar pukul 13.31 WIB melalui pesan WhatsApp dari warga.
“Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 13.44 WIB. Setibanya di lokasi, petugas menemukan beberapa titik api yang masih menyala pada tumpukan pepohonan bekas tebangan, dedaunan, dan semak belukar yang berpotensi meluas,” kata Rizali Hadi, Senin (13/7/2026).
Menurut Rizali, petugas langsung melakukan pemadaman menggunakan lima unit Jet Shooter BPBD dan satu unit mobil water supply. Penanganan juga diperkuat tiga unit Jet Shooter milik MPA Trahean sehingga proses pemadaman dapat dilakukan secara maksimal.
Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 15.16 WIB. Setelah dilakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala, personel meninggalkan lokasi dan kembali ke Posko Pusdalops-PB BPBD sekitar pukul 15.20 WIB.
Rizali menjelaskan, jenis kebakaran yang terjadi merupakan kebakaran permukaan pada lahan bertipe tanah mineral. Vegetasi yang terbakar berupa tumpukan pepohonan bekas tebangan, dedaunan, serta semak belukar dengan luas lahan terdampak diperkirakan sekitar 1,37 hektare.
Dalam operasi tersebut, BPBD Barito Utara mengerahkan personel TRC dan Pusdalops-PB. Selain itu, satu unit mobil personel BPBD turut digunakan untuk mendukung mobilisasi petugas selama proses penanganan karhutla.
Rizali mengapresiasi masyarakat yang telah memberikan informasi secara cepat kepada petugas. Ia menilai keterlibatan masyarakat sangat penting karena semakin cepat titik api diketahui, semakin cepat pula upaya pemadaman dapat dilakukan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin. Kewaspadaan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan, terutama di musim kemarau,” tegasnya.
BPBD Barito Utara akan terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan untuk mengantisipasi potensi karhutla di berbagai wilayah Kabupaten Barito Utara selama musim kemarau berlangsung.(od)
Posted in Barito Utara, Pemerintah