Muara Teweh – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Barito Utara meningkatkan upaya pencegahan konflik sosial melalui penguatan koordinasi lintas sektor. Hal ini dilakukan menyusul adanya potensi kerawanan yang terdeteksi di tengah masyarakat.
Kepala Kesbangpol Barito Utara, Rayadi, menegaskan bahwa sinergi antar pihak sangat diperlukan untuk mencegah konflik sejak dini. Menurutnya, keterlibatan semua unsur menjadi kunci dalam menjaga stabilitas daerah.
“Dari hasil deteksi dini, terdapat indikasi peningkatan potensi kerawanan di masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan konsolidasi dari berbagai pihak,” ujar Rayadi, Jumat (10/4/2026) di Muara Teweh.
Ia menjelaskan bahwa penanganan konflik sosial meliputi tiga tahapan penting, yaitu pencegahan, penghentian, dan pemulihan pascakonflik. Namun, langkah pencegahan harus lebih diutamakan.
Dalam implementasinya, pencegahan dilakukan melalui pendekatan menjaga kedamaian, penyelesaian perselisihan secara damai, serta meredam potensi konflik yang muncul di masyarakat.
Rayadi juga menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda dalam menciptakan suasana kondusif di lingkungan masing-masing.
Selain itu, upaya ini juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial yang menekankan pentingnya peran bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Ia berharap, dengan kolaborasi yang kuat, potensi konflik dapat ditekan sehingga keamanan dan ketertiban tetap terjaga.(od)
Posted in Barito Utara, Pemerintah