Muara Teweh – Pelajar Barito Utara diharapkan mampu menjadi agen pelestarian bahasa daerah melalui ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025.
Acara yang diikuti 260 pelajar dari berbagai sekolah ini mengangkat dua bahasa daerah: Bakumpai dan Temboyan.
Kadisdik Barito Utara, Syahmiluddin A Surapati, mengatakan bahwa penggunaan bahasa daerah harus dimulai dari lingkungan pendidikan.
“Anak-anak sekarang lebih sering menggunakan bahasa Indonesia atau asing. FTBI mengingatkan bahwa bahasa daerah adalah bagian dari identitas,” ucapnya.
Selain lomba, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar sekolah dan wadah berbagi pengalaman tentang budaya lokal.
Para pemenang FTBI akan menjadi duta bahasa daerah mewakili Barito Utara di tingkat provinsi.
Posted in Barito Utara, Pemerintah